Diduga Ganggu Aktivitas Perusahaan, Pantai Bengkung Di Carita Ditutup

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pantai Bengkung yang terletak di Desa Banjarmasin, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah tutup selama tiga bulan terakhir. Penutupan tersebut diduga dipicu konflik antara pengelola wisata dan pihak perusahaan tambak udang yang berada di sekitar lokasi.

Pengelola Pantai Bengkung, Suganda, membenarkan penutupan itu. Ia menyebut persoalan terjadi antara pihaknya dengan orang kepercayaan perusahaan tambak udang Humpus yang menguasai akses jalan menuju pantai.

“Iya betul, sudah tiga bulan Pantai Bengkung tidak buka. Karena ada masalah yang sampai sekarang belum menemukan titik terang, dan kami masih terus mengupayakan,” ujar Suganda kepada menaratoday.com, Senin (19/1/2026).

Suganda menjelaskan bahwa Pantai Bengkung berdiri di atas lahan milik keluarganya. Namun, satu-satunya akses masuk menuju lokasi wisata tersebut harus melewati lahan milik perusahaan tambak udang.

“Pantai Bengkung ini buka pasca tsunami 2018. Lahannya milik keluarga kami yang kemudian dikelola menjadi objek wisata. Akses masuk memang melalui lahan perusahaan. Pertanyaannya, kenapa baru sekarang dipersoalkan setelah pantai berjalan dan ramai? Kenapa tidak dari awal? Dan anehnya, jika akses jalan menjadi alasan, kenapa pantai yang satu nya tidak ditutup juga?,” kata Suganda.

Ia mengaku telah beberapa kali mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dengan pihak perusahaan, namun belum membuahkan hasil.

“Saya sudah empat kali berupaya menemui pihak sana, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Padahal sudah kami tawarkan beberapa opsi solusi agar bisa ada kesepakatan, tapi sampai hari ini belum ada kejelasan,” ujarnya.

Upaya bantuan mediasi juga telah dilakukan melalui pemerintah desa dan Kecamatan Carita.

“Kami sudah meminta bantuan Muspika Carita dan pihak Desa Banjarmasin agar dibantu untuk dimediasi. Jujur, kami sudah mentok. Janjinya akan segera, tapi sampai sekarang belum ada hasil. Pihak kecamatan melalui Pak MP juga akan mencoba memediasi, cuma saya masih menunggu kabarnya,” jelasnya.

Menurut Suganda, keberadaan Pantai Bengkung selama ini telah memberikan kontribusi ekonomi bagi warga sekitar, perusahaan, maupun pemerintah.

“Pantai Bengkung tidak hanya untuk menarik wisatawan, tapi juga menyerap tenaga kerja warga sekitar. Jadi mohon dibantu agar pantai bisa kembali berjalan dan warga juga terbantu. Kasihan mereka yang menggantungkan hidupnya di sini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika akses masuk dianggap mengganggu aktivitas perusahaan, seharusnya hal tersebut dapat dibicarakan secara baik-baik.

“Kalau memang mengganggu, kenapa tidak duduk bersama dan mencari solusi terbaik? Jangan seperti ini. Kami beberapa kali datang ke tempat kerjanya tidak ada, ke rumahnya juga tidak ada. Kami jadi bingung,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pihak yang diduga sebagai pengelola pantai tambak dan enggan disebutkan namanya mengatakan, penutupan Pantai Bengkung disebabkan akses masuk yang melewati lahan perusahaan dan dinilai mengganggu aktivitas.

“Iya betul sudah tiga bulan tutup. Bukan hanya karena akses masuk, tapi juga ada persoalan di dalam keluarganya. Yang saya dengar seperti itu,” ujarnya singkat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Pandeglang, Rahmat Zultika, mengaku belum mengetahui adanya persoalan tersebut.

“Nanti coba dicari tahu. Apakah Pantai Bengkung sudah berizin?,” jawabnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama