MenaraToday.Com - Labura :
Lurah Kampung Mesjid, Syafaruddin diduga memilih Gerakan Tutup Mulut (GTM) terkait dugaan Mark up proyek pengerasan badan jalan di Pasar Bila II B pelaksana Pokmas Bina Bersama, Lebih parahnya Syafaruddin malah memblokir nomor wartawan .
Seperti diberitakan sebelumnya proyek pengerasan badan jalan di Kampung Masjid Pasar Bila B dengan pagu anggaran sebesar Rp. 70 juta menjadi sorotan warga, dimana warga menilai anggaran tersebut terlalu besar jika dibandingkan dengan volume kerjaan yakni panjang 132,5 meter dan lebar 25 meter serta ketebalan 0,25 meter.
Proyek tersebut pelaksananya adalah Pokmas Bina Bersama dengan pengerjaan dari tanggal 24 November hingga 30 Desember 2025. Dan atas dasar tersebut awak media melakukan investigasi dengan mewawancarai warga yang mengaku tidak yakin dengan anggaran dan hasil kerjaannya.
Fakta dilapangan dan jadi tanya warga setelah dinyatakan pengerjaan pengerasan badan jalan sudah selesai oleh pemborong alih- alih setelah dua Minggu pihak pelaksana justru terpantau kembali menambahkan material sertu sebanyak lebih kurang dua truk Cold Diesel. penambahan ini terjadi setelah salah seorang tokoh masyarakat setempat melakukan complain keras tentang pengerjaan pengerasan badan jalan diduga asal jadi dan sangat tipis tersebut kepada Inspektorat Labura pada hari Kamis (15/1/2026)
Dugaan kuat tidak sesuai RAB yang dikerjakan dan asal jadi terindikasi mark up atau dapat dikatakan syarat korupsi untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok dan mencuat ke publik, isu ini menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan masyarakat Pasar Bila II B Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara
Sejumlah warga yang berpengalaman dibidang kontruksi dan pengadaan material mencoba menganalisis penggunaan anggaran berdasarkan harga pasar mereka memperkirakan biaya proyek hanya menghabiskan sekitar setengah dari pagu anggaran
" Ini aneh bin ajaib proyek yang dianggap selesai dan lewat tahun tiba-tiba ada tambahan batu sertu ini membuktikan kalau dari awal proyek Pengerasan badan jalan pasar bila II B volumenya memang berkurang dan tidak sesuai juknis alias di sunat" ujar warga
Hingga berita ini terbit tidak satupun yang bisa di hubungi baik Lurah atau pihak pelaksana Pokmas Bina Bersama (Ngatimin)
