MenaraToday.Com - Pandeglang :
,Setiap hari, warga Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, melintasi jembatan tua yang kini tak lagi kokoh seperti dulu. Retakan di badan jembatan dan permukaan jalan yang rusak menjadi pengingat bahwa infrastruktur di sejumlah wilayah Pandeglang telah menua, dan sebagian bahkan melewati batas aman.
Kondisi itu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Pandeglang, Roni, menyebut pihaknya mendapat instruksi langsung dari Bupati untuk mempercepat pembangunan jalan dan jembatan yang dinilai rawan membahayakan masyarakat.
“Saat ini masih terdapat jalan yang belum mantap serta jembatan yang usia konstruksinya sudah melebihi perencanaan. Salah satunya Jembatan Desa Sinarjaya,” ujar Roni. Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan. Oleh karena itu, penanganan dilakukan melalui pembangunan baru maupun rekonstruksi, meski harus menyesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang yang masih terbatas.
Sejumlah jembatan lain di Pandeglang pun mengalami nasib serupa. Jembatan Pasir Nangka di Kecamatan Cimanggu, Jembatan Cipatat di Desa Koranji Kecamatan Cadasari, serta Jembatan Desa Sinarjaya di Kecamatan Mandalawangi tercatat telah melampaui umur konstruksi dan bahkan sempat ambruk.
Bagi warga, kehadiran jembatan bukan sekadar penghubung fisik, melainkan nadi kehidupan sehari-hari, jalur menuju sekolah, pasar, ladang, dan fasilitas kesehatan. Ketika jembatan rusak, roda kehidupan pun melambat.
Kabar baiknya, Jembatan Desa Sinarjaya kini telah mendapat penanganan sementara dari Pemerintah Provinsi Banten.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pandeglang, Andrian, menjelaskan bahwa jembatan tersebut saat ini digantikan dengan jembatan Bailey sebagai solusi darurat.
“Jembatan itu sebenarnya kewenangan Kabupaten Pandeglang, namun penanganannya dibantu oleh Pemerintah Provinsi Banten menggunakan jembatan sementara,” kata Andrian.
Meski masih bersifat sementara, kehadiran jembatan Bailey membawa harapan baru bagi warga. Harapan bahwa suatu hari nanti, mereka dapat melintasi jalan dan jembatan yang bukan hanya layak, tetapi juga aman, tanpa rasa khawatir setiap kali melangkah atau melintas. (ILA)
