MenaraToday.Com - Pandeglang :
Panen raya padi organik PS-08 seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (11/2/2026), berlangsung meriah. Acara yang digelar di jalur utama wisata Carita itu dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat. dalam kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh stand para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berasal dari berbagai daerah yang kecewa karena merasa terabaikan.
Semula, Presiden Prabowo Subianto beserta beberapa menteri terkait dijadwalkan hadir. Namun hingga acara berlangsung, keduanya tidak tampak di lokasi. Ketidakhadiran tamu penting tersebut menjadi perhatian warga, terlebih informasi kehadiran mereka telah tercantum dalam spanduk dan backdrop panggung acara.
Secara konsep, kegiatan ini dikemas dengan apik oleh Event Organizer setempat. Latar belakang Gunung Aseupan yang tampak biru berpadu dengan hamparan padi menguning siap panen menciptakan suasana yang indah. Cuaca cerah turut mendukung jalannya acara.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan penampilan tarian tradisional yang dibawakan para penari muda. Lagu-lagu Sunda mengalun mengiringi acara, termasuk lagu daerah khas Pandeglang, “Iti-iti Urih”. Lagu bernuansa tradisional Sunda-Banten tersebut merupakan salah satu kekayaan seni daerah, bersama lagu populer lainnya seperti “Tong Sarakah” dan “Bendrong Lesung”, yang kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan budaya.
Meski berlangsung semarak, sejumlah pihak menilai acara ini terkesan lebih menonjolkan sisi seremonial. Padahal, lokasi kegiatan yang berada di kawasan strategis pariwisata dinilai berpotensi mendongkrak promosi wisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal secara lebih optimal.
Sorotan juga datang dari para pelaku UMKM yang membuka stan di sepanjang pinggir jalan raya sekitar lokasi acara. Saat penutupan, para tamu undangan dan pejabat daerah tidak diarahkan untuk meninjau deretan stan tersebut.
"Padahal, kami telah mempersiapkan diri dengan tenaga dan modal yang tidak sedikit. Mereka ada Yang datang dari Kota Pandeglang dan sejumlah daerah di luar Kecamatan Carita dengan harapan produk mereka dapat dilihat dan dikenal lebih luas," ungkap Salah satu peserta UMKM kepada menaratoday.com. Kamis (12/2/2026).
“Saya kapok diundang acara begini,” keluh peserta UMKM lainnya, yang enggan disebutkan namanya.
Mereka berharap ke depan setiap kegiatan besar seperti ini dapat memberi ruang lebih nyata bagi produk lokal. Mereka juga menyoroti adanya stan dari merek besar bermodal kuat yang dinilai kurang relevan dengan semangat pemberdayaan UMKM setempat.
"Ke depan, diharapkan evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar event serupa benar-benar membawa manfaat luas bagi warga dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Pandeglang," tutupnya. (ILA)
