PT. SLS Beri Kompensasi Kios Gratis Bagi Korban Kebakaran di Pasar Baru Labuan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Sebanyak 20 kios di Pasar Baru Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, ludes terbakar pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 17.58 WIB. Kios-kios tersebut diketahui dikelola oleh PT Sinar Labuan Sejahtera (SLS). Sebagai kompensasi, pihak pengelola menyiapkan 30 kios untuk ditempati para korban secara gratis.

Pelaksana PT SLS, Tb. Agus Munajat, mengatakan berdasarkan hasil pendataan, total kios yang terbakar habis berjumlah 20 unit atas  nama 13 pemilik.

“Hasil pendataan kami semalam ada 20 kios yang terbakar habis, jumlah tersebut milik 13 pemilik. Jadi ada satu pemilik yang memiliki lebih dari satu kios,” ujar Tb. Agus Munajat kepada menaratoday.com, Senin (23/2/2026).

Terkait penyebab kebakaran, Agus mengaku belum dapat memastikan sumber api dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. Meski demikian, pihaknya menerima sejumlah informasi dari masyarakat.

“Untuk kepastian penyebab kami belum bisa memastikan karena apa, kami menyerahkan kepada pihak kepolisian. Namun ada beberapa informasi yang masuk ke saya, di antaranya dugaan korsleting listrik dan percikan dari mesin penggiling. Sebelum kejadian, ada Yang mendengar ledakan sebanyak tiga kali. Di lokasi itu ada dua mesin penggiling kelapa yang menggunakan listrik serta mesin gilingan bumbu. Ada juga yang menyebut percikan dari pembakaran sampah. Kita tunggu hasil resmi dari polisi saja," jelasnya.

Agus menuturkan para pedagang yang kiosnya terbakar berstatus penyewa dan tidak mengasuransikan kiosnya. Dengan demikian, kerugian materiil yang dialami pedagang tidak mendapat penggantian dari asuransi.

Namun sebagai bentuk tanggung jawab, PT SLS akan memberikan kompensasi berupa kios gratis untuk sementara waktu.

“Tidak ada asuransi, tapi kami akan memberikan kompensasi kepada para korban kebakaran untuk menempati kios kosong secara gratis selama satu hingga dua bulan. Ada sekitar 30 kios yang kami siapkan dengan lokasi terpencar. Silakan para korban mendatangi kantor kami,” ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, Agus mengaku, PT SLS diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

“Dari pemilik kios kami belum tahu, tapi kerugian dari sisi perusahaan ditaksir mencapai Rp300 jutaan jika kami membangun kembali dengan bentuk kios yang sama. Kami juga meminta pihak PLN agar mengecek kondisi kabel di sekitar lokasi agar kejadian serupa tidak terulang,” paparnya.

Langkah itu disambut baik oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang.

Sementara itu, Koordinator Pasar Labuan, Suwarta Raharja, mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan tempat relokasi bagi pedagang terdampak.

“Kami sudah menyiapkan tempat bagi para korban yang ingin kembali membuka usaha di blok kios unyil. Namun jika pihak perusahaan (PT SLS) sudah menyiapkan, kami tentu mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda Blok Pasar Ikan di Pasar Baru Labuan yang berlokasi di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 17.58 WIB.

Api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah kios pedagang. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang berhamburan keluar pasar.

Sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dievakuasi. Namun kobaran api yang cepat merambat membuat sebagian besar lapak tidak dapat diselamatkan. Material yang mudah terbakar seperti kayu dan plastik diduga mempercepat penyebaran api.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman, meski sempat terkendala akses jalan sempit dan padatnya area pasar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.

Rahmat (45), salah seorang warga, mengaku melihat api pertama kali muncul dari salah satu kios sebelum akhirnya membesar.

“Awalnya cuma asap kecil, lalu tiba-tiba api membesar. Pedagang langsung panik dan berteriak minta tolong,” ujarnya.

Sementara itu, Siti (38), warga sekitar, mengaku terkejut saat melihat asap hitam membumbung tinggi dari arah pasar.

“Rumah saya dekat lokasi kebakaran. Awalnya kaget lihat ada asap hitam dari teras rumah, dikira ada yang bakar sampah, ternyata kebakaran,” katanya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama