Satu Tahun Menakhodai Pandeglang, Bupati Fokus Akselerasi Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Tepat setahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Wakil Bupati Iing Andri Supriyadi menandai perjalanan awal kepemimpinan mereka dengan berbagai program prioritas di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan pembangunan daerah.

Tanggal tersebut menjadi awal amanah besar bagi keduanya untuk memimpin Kabupaten Pandeglang selama lima tahun ke depan. Bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, momen itu disebut sebagai titik tolak membangun harapan baru bagi masyarakat.

“Satu tahun berlalu. Jalan yang ditempuh tentu tidak selalu mulus. Tantangan anggaran, kebutuhan pembangunan yang mendesak, serta berbagai persoalan klasik daerah menjadi ujian yang harus kami hadapi. Namun kami memilih untuk tidak berhenti,” ujar Dewi dalam video unggahan di media sosialnya. Sabtu (20/2/2026).

Menurutnya, prinsip hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat menjadi pijakan dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia menyebut, semangat perubahan mulai dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di pelosok desa.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang meluncurkan Program Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu membuka ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Selain itu, rencana menghadirkan Sekolah Terintegrasi tengah disiapkan sebagai upaya membangun sistem pendidikan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Perhatian terhadap masyarakat pesisir juga menjadi fokus. Melalui gagasan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah daerah berupaya memperkuat ekonomi nelayan agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang. Sementara di tingkat desa, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih didorong sebagai simbol kemandirian ekonomi berbasis masyarakat.

Di bidang infrastruktur, Program Infrastruktur Jalan Desa (IJD) telah direalisasikan di Kecamatan Cikeusik dan Menes. Pembangunan tersebut membuka akses mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan.

Melalui Program Bang Andra, sebanyak 30 ruas jalan di berbagai titik Kabupaten Pandeglang juga tengah dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Tak hanya itu, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus digulirkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perbaikan rumah warga dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menjaga martabat dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak.

Dewi mengakui, satu tahun belum cukup untuk menuntaskan seluruh pekerjaan rumah daerah. Namun, menurutnya, periode tersebut cukup untuk meletakkan pondasi, memperjelas arah pembangunan, dan membangun kepercayaan publik.

“Perjalanan ini masih panjang. Tantangan ke depan tentu tidak semakin ringan. Namun dengan doa dan dukungan masyarakat, tekad untuk terus bekerja dan menghadirkan perubahan akan tetap menyala. Membangun Pandeglang bukan sekadar soal proyek dan angka, tetapi tentang menjaga harapan agar tetap hidup menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera bagi semua,” pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama