MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana Kampung Pasir Mulya, Desa Sindanglaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu malam (1/2/2026), sekitar pukul 20.30 WIB mendadak berubah mencekam. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, disusul kobaran api yang melalap sebuah rumah milik RW Johani, warga RT 02/RW 04.
Saat musibah terjadi, rumah itu dalam keadaan kosong. RW Johani dan anaknya sedang mengikuti pengajian, sementara sang istri membantu memasak di rumah tetangga yang akan menggelar hajatan. Tak ada yang menyangka, di tengah kesibukan warga menjalani aktivitas malam hari, si jago merah justru datang tanpa peringatan.
Api dengan cepat membesar, melahap dinding, atap, dan seluruh isi rumah. Warga sekitar berlarian membawa ember dan alat seadanya, berusaha memadamkan api sebelum menjalar ke rumah lain. Namun, panas yang menyengat dan kobaran yang semakin membesar membuat upaya itu tak banyak membuahkan hasil.
Dalam hitungan menit, satu unit sepeda motor, televisi, perabot rumah tangga, hingga peralatan dapur hangus terbakar. Yang tersisa hanyalah puing-puing dan bau arang yang menyengat.
Kepala Desa Sindanglaya, Raden Hidayat, yang datang ke lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Rumah atas nama RW Johani yang dihuni lima orang terbakar sekitar pukul 20.30 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026) pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
“Kerugian cukup besar. Sepeda motor dan sejumlah perabot rumah tangga hangus terbakar. Penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Raden.
Malam itu, warga Kampung Pasir Mulya tak hanya menyaksikan sebuah rumah yang habis dilalap api, tetapi juga melihat harapan sebuah keluarga runtuh dalam sekejap. Pemerintah desa bersama masyarakat setempat langsung mengamankan lokasi dan membantu keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat ditinggalkan dalam keadaan kosong. Karena dalam sekejap, api bisa datang dan mengubah segalanya. (ILA)
