MenaraToday.Com - Pandeglang :
Warga di Kabupaten Pandeglang dibuat resah dengan maraknya informasi dugaan aksi pembegalan di sejumlah ruas jalan, khususnya di jalur menuju kawasan Labuan. Salah satu kejadian hampir menimpa seorang pengendara motor yang melintas di kawasan tersebut pada malam hari. Informasi ini pertama kali beredar melalui pesan berantai dari seorang warga.
Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa suami dari pengirim pesan sedang berkendara dari arah Anyer menuju Labuan. Di tengah perjalanan, ia menyadari ada dua orang yang mengikutinya menggunakan satu sepeda motor. Kedua orang tersebut disebut mengenakan pakaian hitam, topi, dan masker. Merasa curiga, pengendara tersebut kemudian memutuskan berhenti di sebuah warung di pinggir jalan sekitar Lippo, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Pemilik warung mengatakan bahwa sebelumnya memang sempat terjadi aksi pembegalan di ujung jalan yang sama.
Hingga saat itu, pengendara tersebut memilih tetap berada di warung karena dua orang yang diduga mengikutinya juga berhenti di depan lokasi dan berpura-pura bermain ponsel seperti sedang menunggu seseorang.
Selain itu, dugaan aksi pembegalan juga ramai dibicarakan di media sosial setelah seorang warga mengaku hampir menjadi korban saat melintas di jalur Anyer menuju Labuan pada dini hari.
Salah satu warga, Mulyadi mengaku sedang dalam perjalanan pulang sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Saat melintas di jalur tersebut, ia sempat dihadang oleh seseorang di jalan.
“Alhamdulillah saya bisa selamat, langsung saya gas dan menyingkir,” kata Mulyadi dalam unggahannya. Sabtu (7/3/2026).
Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan dari warganet. Beberapa di antaranya mengaku pernah mendengar kejadian serupa di lokasi yang sama.
Salah satu warganet menyebutkan bahwa dugaan aksi pembegalan kerap terjadi pada malam Minggu. Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak melawan jika menemukan jebakan di jalan.
“Biasanya malam Minggu diduga begal beraksi. Kalau ada yang menjebak pakai benang atau alat lain jangan dilawan, langsung menjauh,” tulisnya dalam kolom komentar.
Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Sandi Wiyasa ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu soal adanya aksi begal diwilayahnya.
"Emang ada? Kok saya gak denger ya? coba nanti saya kroscek," jawabnya.
Sementara itu, dugaan aksi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Pagelaran, tepatnya di jalur Labuan sekitar kawasan Tegal Papak.
Dalam informasi yang beredar di media sosial, pelaku diduga berjumlah dua orang. Salah satu pelaku disebut membawa senjata tajam jenis golok, sementara rekannya mengendarai sepeda motor untuk mengejar korban.
Beruntung, pengendara yang menjadi target berhasil menghindar sehingga tidak terjadi perampasan.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Warga berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli di sepanjang jalur Anyer–Labuan guna menjaga keamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hingga dini hari.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kejadian tersebut. (ILA)
