MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dini hari di sejumlah perumahan di wilayah Pandeglang tampak berbeda, pada Rabu (04/03/2026). Di saat sebagian warga terbangun untuk menyiapkan santap sahur dan sebagian lainnya masih terlelap, lampu rotator kendaraan patroli perlahan menyusuri jalanan yang lengang. Kehadiran personel Polres Pandeglang menjadi penanda bahwa negara tetap siaga, bahkan di jam-jam paling sunyi sekalipun.
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan serta menjelang arus mudik, Polres Pandeglang menggelar patroli sahur dialogis yang dirangkaikan dengan patroli rutin. Kegiatan ini menyasar kawasan pemukiman dan komplek perumahan yang dinilai rawan, terutama rumah-rumah yang berpotensi ditinggal pemiliknya untuk mudik.
Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pandeglang, Lutfi Tamimi Napitupulu. Bersama para perwira dan personel gabungan fungsi, ia memastikan kegiatan berjalan secara mobile maupun stasioner, menyentuh titik-titik yang dianggap memiliki potensi gangguan kamtibmas.
Alih-alih sekadar melintas, para personel menyambangi warga yang tengah bersantap sahur, menyapa petugas keamanan lingkungan, hingga berbincang dengan warga yang melaksanakan ronda malam. Percakapan berlangsung hangat dan bersahaja. Di sela-sela obrolan ringan, terselip pesan-pesan kewaspadaan tentang pentingnya saling menjaga, tentang ancaman pencurian rumah kosong, dan tentang peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi wilayah hukum Pandeglang tetap aman dan kondusif. Kami mengantisipasi potensi tindak pidana, terutama pembobolan rumah kosong yang ditinggal mudik. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan,” ujar Kompol Lutfi.
Ramadan dan menjelang Idul Fitri memang membawa dinamika tersendiri. Mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas dini hari lebih ramai, dan tradisi mudik membuat banyak rumah kosong untuk beberapa waktu. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Karena itu, patroli sahur dialogis menjadi langkah preventif yang tak hanya menitikberatkan pada pengawasan, tetapi juga pendekatan humanis.
Selain berdialog, petugas turut memeriksa kondisi lingkungan sekitar perumahan. Pintu gerbang dipastikan tertutup pada jam tertentu, sistem keamanan lingkungan dikaji kembali, dan pengurus setempat diajak berkoordinasi untuk mengaktifkan ronda malam serta memperkuat komunikasi antar warga.
Kompol Lutfi juga mengingatkan warga yang berencana mudik agar lebih cermat mempersiapkan rumah yang akan ditinggalkan. Mulai dari memastikan pintu dan jendela terkunci rapat, mematikan instalasi listrik dan kompor yang tidak digunakan, hingga menitipkan rumah kepada tetangga atau petugas keamanan setempat. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mengumumkan rencana mudik secara berlebihan di media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Bagi sebagian warga, kehadiran polisi di waktu sahur menghadirkan rasa tenang tersendiri. Sapaan ramah dan dialog singkat di depan rumah menjadi bukti bahwa keamanan bukan hanya soal penindakan, melainkan juga kedekatan dan kepedulian.
Selama pelaksanaan patroli dini hari itu, situasi di wilayah hukum Pandeglang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Namun lebih dari sekadar laporan situasi, patroli sahur dialogis ini menjadi simbol komitmen bahwa di balik heningnya malam Ramadan, ada upaya tanpa lelah untuk menjaga rasa aman masyarakat.
Dengan langkah-langkah preventif yang terus ditingkatkan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Polres Pandeglang berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan mempersiapkan perjalanan mudik dengan tenang tanpa dibayangi rasa khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka. (ILA)
