Diduga Eksploitasi Tenaga Kerja, Pekerja Gudang Wings Pandeglang Keluhkan Jam Kerja

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Aktivitas di sebuah gudang logistik milik Wings Group di Desa Sindanglaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, berlangsung sejak pagi hingga larut malam. Truk keluar-masuk membawa berbagai produk distribusi. Di balik ritme kerja yang padat itu, sejumlah pekerja menyimpan keluhan terkait jam kerja yang panjang dan hak jaminan sosial yang disebut belum terpenuhi.

Keluhan tersebut mulai mencuat setelah disampaikan oleh salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya. Ia juga menerima banyak cerita dari para pekerja gudang lainnya, terutama yang berada di bagian distribusi logistik.

Menurutnya, para pekerja sering memulai aktivitas sejak pagi hari dan baru pulang pada malam hari. Dalam sehari, jam kerja mereka disebut bisa mencapai hingga 13 jam.

“Banyak yang mengeluhkan jam kerja. Mereka berangkat pagi, pulang malam. Pendapatan yang diterima juga tidak sesuai dengan jam kerja yang mereka jalani,” kata nya. Minggu (8/3/2026).

Ia memperkirakan, sekitar seratusan pekerja merasakan kondisi jam kerja panjang tersebut. Sebagian besar berasal dari bagian distribusi yang bertugas mengantar barang ke berbagai wilayah.

Bagi pekerja distribusi, hari kerja sering dimulai ketika barang mulai dimuat ke kendaraan pengangkut. Setelah itu, perjalanan distribusi dilakukan hingga malam hari. Situasi ini, menurut Juli, kerap membuat waktu istirahat menjadi terbatas.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi tidak sejalan dengan ketentuan jam kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.

Selain persoalan jam kerja, ia juga menyoroti keluhan terkait jaminan sosial tenaga kerja. Ia menyebutkan puluhan orang pekerja, khususnya sopir dan kenek distribusi, mengaku belum terdaftar sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang paling banyak mengadu itu dari sopir dan kenek distribusi. Mereka bilang sudah lama bekerja, tapi sampai sekarang belum didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Padahal itu kan hak pekerja,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian pekerja sebenarnya ingin menyampaikan keluhan secara langsung kepada perusahaan. Namun mereka khawatir risiko yang mungkin muncul, termasuk kehilangan pekerjaan atau kontrak yang tidak diperpanjang.

“Mereka takut bicara langsung karena khawatir kontraknya tidak diperpanjang. Jadi mereka memilih menyampaikan keluhan lewat orang lain supaya ada yang mendengar,” kata dia.

Bagi para pekerja, pekerjaan di sektor distribusi logistik memang menuntut tenaga dan waktu. Namun mereka berharap kondisi kerja yang dijalani tetap sesuai dengan aturan serta memberikan perlindungan dasar bagi pekerja.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Wings terkait keluhan yang disampaikan para pekerja tersebut. (ILA/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama