MenaraToday.Com - Tanjungbalai :
Puncak arus mudik di Pelabuhan Ferry internasional Teluk Nibung Tanjung Balai sudah terlihat sejak sepekan terakhir menjelang Idul Fitri 2026, ratusan Pekerja Migran Indonesia menaiki Kapal Ferry dari Pelabuhan Port Dickson Malaysia menuju Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai.
Pelabuhan Teluk Nibung di Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjadi salah satu pintu masuk utama ketibaan Pekerja Migran Indonesia melalui jalur laut, mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera utara.
Sebanyak 343 Penumpang yang sebagian besar merupakan Pekerja Migran yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman mereka.
Sayangnya kepulangan pejuang devisa negara ini tidak mendapat perhatian serius dari pihak pengelola pelabuhan Teluk Nibung, karena bangunan pelabuhan yang baru setahun beroperasi dengan biaya Rp. 34 Miliar ini tidak dapat menampung jumlah kedatangan pekerja migran maupun wisatawan.
Ratusan Pejuang devisa negara ini harus antri diluar bangunan dengan cuaca panas hanya untuk pengesahan paspor oleh pihak imigrasi disebabkan ruangan dalam yang sempit.
Demikian juga pemeriksaan barang bawaan yang dilakukan oleh pihak bea cukai dengan lokasi yang yang sempit dan amburadul tidak selayaknya seperti pelabuhan internasional.
Paian Silitonga, pegawai imigrasi menjelaskan bahwa untuk kedatangan penumpang hanya sampai batas hari Jumat dan mengenai lonjakan diperkirakan pada H-2 dan Pihak Pelayaran hanya menyediakan satu kapal penumpang saja yang bolak - balik Teluk Nibung ke Port Dickson Malaysia. (FM)
