Diduga Akibat Isu Kenaikan BBM Harga Plastik Melonjak, UMKM di Pandeglang Menjerit

MenaraToday.Com Pandeglang :

Isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat beredar di masyarakat diduga memicu lonjakan harga bahan pendukung usaha, khususnya plastik, di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjerit, mereka mengaku menghadapi kondisi tersebut. Pasalnya, kenaikan harga bahan baku meroket secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada biaya produksi.

Irma, Salah satu pedagang, mengatakan harga plastik ukuran 10x25 yang biasa dibeli Rp. 10.000 kini naik menjadi Rp12.000 per pak. Kenaikan ini membuatnya terpaksa menyesuaikan harga jual.

“Sekarang harga plastik naik dari Rp. 10 ribu ke Rp. 12 ribu bahkan ada yg jual Rp14 ribu juga, otomatis harga es  batu juga ikut naik. Ada yang Rp. 1.500 sampai Rp. 2.000 per bungkus, sebelumnya Rp. 1.000 sampai Rp. 1.500. Mau naikin harga jual bingung, karena pembeli tahunya masih harga lama,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurut Irma, kondisi ini membuat pedagang kecil berada dalam posisi serba sulit. Di satu sisi harus tetap membeli dengan harga selangit, di sisi lain harus mempertimbangkan daya beli konsumen yang belum berubah.

Ia juga menilai, isu kenaikan BBM yang beredar menjelang 1 April 2026 diduga jadi pemicu kepanikan warga. Banyak masyarakat berbondong-bondong mengisi bahan bakar, meski hingga kini harga BBM masih normal.

“Karena isu BBM mau naik 1 April kemaren, orang-orang jadi panik. Dampaknya terasa ke mana-mana,” katanya.

Selain harga plastik, pelaku UMKM juga mengeluhkan kelangkaan gas elpiji. Irma mengaku kesulitan mendapatkan gas dalam beberapa hari terakhir.

“Cari gas ke mana-mana kosong. Padahal seminggu lalu masih ada dengan harga Rp. 2.0.000, sekarang benar-benar sulit,” ungkapnya.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak goreng. Di tingkat pengecer, harga minyak 250 ml yang sebelumnya sekitar Rp6.000 kini naik menjadi Rp. 6.500, sedangkan kemasan satu liter mencapai Rp. 22.000.

Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha lainnya. Seorang pedagang kerupuk menilai kenaikan harga bahan baku dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil.

“Kalau begini terus, usaha bisa tutup. Harga minyak naik, plastik naikmasa harus pakai daun pisang? Katanya UMKM tiang ekonomi negara, tapi semua naik. Yang ada malah bangkrut,” tandasnya.

Kondisi harga yang tidak stabil ini membuat pelaku UMKM semakin tertekan. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait harga BBM serta menjaga distribusi bahan pokok agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama