MenaToday.Com - Pandeglang :
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi sorotan setelah ditemukan adanya belatung dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar. Peristiwa ini terjadi di SDN Cikadu 1, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Dari sekitar 300 paket MBG yang dibagikan kepada siswa, ditemukan tiga ompreng berisi makanan yang sudah tidak layak konsumsi karena terdapat belatung. Menu yang disajikan saat itu meliputi nasi putih, telur ceplok bumbu balado, dan tempe orek.
Kejadian ini semakin ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang memperlihatkan ulat bergerak di dalam wadah makanan beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp.
Salah satu guru SDN Cikadu 1, Yosep, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa video yang viral memang direkam oleh pihak sekolah sebagai dokumentasi.
“Iya betul, kejadiannya hari Rabu. Dari 300-an paket, ada sekitar tiga ompreng yang berbelatung,” ujar Yosep saat dikonfirmasi, Jumat (1/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pihak penyedia makanan, yakni dapur SPPG yang berlokasi di Kampung Pasar Sukamaju, Desa Manglid, langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah.
“Video itu memang direkam oleh guru di sini untuk bukti. Saat kejadian, pihak dapur langsung datang dan berkoordinasi dengan kepala sekolah,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Program MBG yang seharusnya membantu pemenuhan gizi siswa diharapkan dapat diawasi lebih ketat agar kualitas makanan tetap terjaga.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti munculnya belatung dalam makanan tersebut. Namun, peristiwa ini telah memicu perhatian publik terkait standar kebersihan dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. (ILA)
