Mantan Camat Simpang Empat Diduga Terlibat Dalam Pemalsuan Surat Tanah Yang Dilakukan Kades Perkebunan Hessa


MenaraaToday.Com - Asahan :

Kasus pemalsuan beberapa Surat tanah yang di duga di lakukan oleh Kades Perkebunan Hessa Kecamatan Simpang Empat berinisial B-I menjadi bahan perbincangan di kalangan wartawan di Asahan karena dalam Surat Tahan yang dipalsukan itu tertera nama mantan Camat Simpang Empat, Kamarul Zaman lengkap dengan stempel dan tandatangannya. 

Bungkamnya Camat dan tidak melaporkan ke pihak kepolisian membuat tanda tanya di kalangan masyarakat, keterangan Surat Tanah yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Perkebunan Hessa dengan nomor : 594.1/198/2004/VIII/2025, tertanggal 28 Agustus 2025 yang terletak di Dusun I Desa Perkebunan Hessa, Mantan Camat Simpang Empat Kamarul Zaman mengakui bahwa stempel dan tandatangannya itu adalah palsu dan ini sudah di konfirmasi ke Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Simpang Empat dan tidak tersimpan dalam arsip, terang Kamarul Zaman yang dikonfirmasi melalui selular. 

Menanggapi masalah ini Ahmad Qusairi atau lebih dikenal Heri lobe selaku Ketua  Asahan Pers Club sangat menyesalkan tindakan dari Mantan Camat Simpang Empat (kini Camat Bandar Pulau) yang tidak mau memberikan klarifikasi dan langkah hukum walaupun mengakui bahwa stempel dan tandatangannya dipalsukan.

" Kami menduga ada keterlibatan dari mantan camat tersebut dalam hal pembuatan surat tanah itu " ujar Heri Lobe yang juga sekjen Pusat Study pembangunan Republik Indonesia (PUSPA- RI). Senin (20/4/2026) sore.

Kalau dia merasa tidak bersalah kenapa harus takut berjumpa wartawan dan memberikan klarifikasi. 

Saat ditanya alasan camat mengatakan bahwa tanda tangan dan stempel kecamatan adalah palsu adalah saat dirinya memanggil Kepala Seksi Pemerintahan mengenai kasus ini yang sempat viral dan dokumen tersebut tidak ada dalam arsip. 

Namun sungguh aneh kelakuan sang camat ini yang sudah memastikan bahwa tanda tangan dan stempel telah dipalsukan namun enggak membuat Laporan polisi. 

"Nanti la bang kita cerita dan ketemu langsung, saya lagi di jalan " Ucap Kamarul Zaman saat wartawan mengkonfirmasinya lewat selular. 

Seminggu telah berlalu , namun Camat Kamarul Zaman tidak juga memberikan jawaban dan tindakan atas perbuatan Kepala Desa Perkebunan Hessa Simpang Empat. 

Beberapa kali berjanji akan memberikan klarifikasi namun tidak pernah menepati dan ini menjadi bahan gunjingan sekelompok wartawan. 

" Kenapa dia takut memberikan klarifikasi, jangan - jangan ada apanya?  Kalau dia merasa dirugikan atas tindakan bawahannya yang memalsukan tanda tangannya kenapa dia tidak membuat laporan polisi " ? sindir heri lobe dengan sinis. (FM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama