MenaraToday.Com - Pandeglang :
Atap ruang kelas Taman Kanak-kanak (TK) Nuramila di Kampung Kubang, Desa Pejamben, Kecamatan Carita, tiba-tiba ambruk bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-152 Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (1/4/2026), sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan pantauan dilokasi kejadian, tampak para orang tua murid tengah bergotong royong membersihkan Dan mengangkut puing-puing reruntuhan atap ruang kelas.
Kepala Sekolah TK Nuramila, Aam Nuramaliah, S.Pd, mengatakan aktivitas belajar mengajar pada pagi hari sebelum kejadian masih berjalan normal dan diikuti 35 murid.
“Paginya anak-anak masih belajar seperti biasa bersama guru. Kebetulan saya sedang mengikuti kegiatan HUT di Pandeglang. Sempat ingin menginap, tapi merasa tidak tenang. Tidak lama kemudian mendapat kabar sekolah ambruk,” ujarnya kepada menaratoday.com. Kamis (2/4/2026).
Ia memastikan seluruh siswa dan tenaga pengajar dalam kondisi selamat. Meski demikian, kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi kerugiannya cukup besar karena pembangunan kembali membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” katanya.
Menurut Aam, ambruknya bangunan diduga akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir yang memperparah kondisi konstruksi. Bangunan yang berdiri sejak 2017 itu sebagian besar menggunakan material kayu, khususnya pada bagian atap.
“Memang kondisi bangunan sudah cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan revitalisasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.
“Sudah diusulkan ke pusat dan datanya masuk, tapi belum ada kabar lanjutan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten,” ungkapnya.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di ruang terbuka di area sekolah. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi dan masukan dari orang tua murid.
“Kami sempat mempertimbangkan pindah ke majelis, tapi akhirnya diputuskan tetap di lingkungan sekolah karena lahannya masih memadai. Orang tua murid juga mendukung,” tuturnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera memberikan bantuan revitalisasi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami berharap ada bantuan secepatnya supaya anak-anak bisa kembali belajar dengan baik,” tutupnya. (ILA)
