MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana di Majelis Taklim Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Selasa (14/4/2026), terasa berbeda. Bukan pengajian atau pertemuan rutin yang digelar, melainkan deretan kursi donor, petugas medis, dan ratusan warga yang datang dengan satu niat sederhana: berbagi kehidupan.
Warga dari tujuh kecamatan, yakni Labuan, Pagelaran, Panimbang, Patia, Sukaresmi, Carita, dan Cikedal, sudah berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada pula yang berkelompok. Mereka mengantre dengan sabar, saling menyapa, bahkan sesekali berbagi cerita ringan untuk mengusir gugup.
Di tengah keramaian itu, Salah satu peserta donor, Mutiah (37) duduk dengan tangan sedikit gemetar. Ini adalah kali pertamanya mengikuti donor darah. Rasa takut sempat menyelimutinya ,membayangkan jarum suntik dan proses yang belum pernah ia rasakan.
Namun, pemandangan di sekelilingnya perlahan mengubah perasaannya. Warga lain tampak tenang, bahkan ada yang tersenyum usai mendonor. Dari situlah keberanian Mutiah tumbuh.
“Awalnya takut, tapi ternyata tidak se horor yang dibayangkan,” katanya, sembari tersenyum lega setelah proses selesai.
Baginya, donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga langkah kecil untuk menjaga kesehatan diri.
Di sisi lain ruangan, Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rezeki, S.ST, Bdn., tampak tak henti bergerak. Ia menyapa peserta, berkoordinasi dengan petugas, hingga memastikan alur kegiatan berjalan lancar. Baginya, kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi cerminan kepedulian masyarakat yang terus tumbuh.
Kegiatan yang digelar Puskesmas Labuan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Muspika dari tujuh kecamatan. Dari sekitar 400 warga yang hadir, panitia menargetkan 70 kantong darah terkumpul.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran untuk berbagi dan hidup sehat semakin meningkat,” ujarnya.
Namun, semangat berbagi tak berhenti pada donor darah. Di sudut lain, tawa anak-anak terdengar riuh. Sekitar 30 anak mengikuti khitanan massal, didampingi orang tua mereka.
Momen ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-152 Kabupaten Pandeglang. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan, tempat warga saling peduli, berbagi, dan menguatkan.
Tak hanya itu, layanan cek kesehatan gratis juga disediakan. Warga memanfaatkannya untuk mengetahui kondisi tubuh mereka. Bagi yang terdeteksi memiliki penyakit tertentu, akan diarahkan mengikuti program Prolanis di puskesmas masing-masing.
Di tengah hiruk pikuk kegiatan, tersimpan makna yang sederhana namun mendalam. Setiap tetes darah yang mengalir hari itu bukan hanya angka dalam kantong medis, melainkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. (ILA)
