MenaraToday.Com - Serang :
Setelah gunjang ganjing banyaknya pemberitaan terkait revitalisasi di SMPN 1 Pamarayan yang diduga tidak memenuhi standar SSH juga spek bahan material dan muncul dugaan konsultan arahan Dinas serta P2SP tidak ikut campur terkait pekerjaan hanya menonton dan menanda tangani progres, kini muncul dugaan adanya penggiringan kandidat konsultan dan pelaksana menunjuk titik kepada satu orang berinisial M warga Perum Taman Adhiloka Kota Tanggerang .
Hal tersebut terungkap setelah salah satu Kepala Sekolah yang hadir yang tak ingin disebutkan namanya. Memberikan foto selembar kertas yang bertuliskan surat penunjukan untuk menunjuk konsultan dan pelaksana kegiatan revitalisasi.
Minggu 24 Mei 2026, Wartawan mencoba meminta statemen Sekertaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Zuhana beliau hanya menjawab "nanti kami cek", lain halnya dengan Asisten Daerah 1 Serang Suryaman . Hanya melihat tulisan tanpa menjawab.
Menanggapi hal tersebut seorang pemerhati pendidikan di Kota Serang, Rachmat Sutedja sangat menyayangkan tindakan tersebut
"Jadi kejadian tersebut real adanya, satu kolusi yang seolah membiarkan dan merampas hak P2SP untuk pelaksanaan tugas sebagai mana Juknisnya. Dan dalam hal ini Bupati dinilai telah salah memilih Kepala Dinas sebab penggiringan opini ini telah melanggar Permendikdasmen Nomor 53 Tahun 2025 tentang Juknis Bantuan Pemerintah Untuk Revitalisasi tahun 2025" jelas Kedua LSM Penjara Pembaharuan.
Lebih lanjut Rachmat menjelaskan agar kiranya Sekda Serang sebagai pucuk pimpinan tertinggi OPD agar tidak membela atau menutup-nutupi kesalahan perangkat OPD yang di bawahi nya
"Benahi struktur Dinas Pendidikan Kabupaten Serang yang kami nilai banyak aroma bisnis didalamnya, mulai dari pengadaan buku perpustakaan yang sempat diakui oleh Staf Kepala Dinas sendiri dan Penguplodan kebodohan siswa di Medsos yang dilakukan oleh Kepala dinas serta maraknya pungutan yang berdalih sumbangan sekolah, penjualan seragam sekolah dan sewa menyewa lahan sekolah yang merupakan aset negara dengan modus kantin sekolah dan untuk ini kita akan menyurati Bupati dan bila tidak ditanggapi kita akan melakukan aksi unjuk rasa damai" ujarnya. (Agus)
