MenaraToday.Com - Malang :
Dunia maya kembali digegerkan dengan pengakuan seorang warga Kecamatan Ngantang yang disebut-sebut memiliki dua tuyul. Pengakuan mengejutkan itu mencuat setelah dua “tuyul peliharaan” miliknya dikabarkan hilang dan diduga kabur dari tempat persembunyiannya.
Menurut informasi yang dihimpun awak media, perempuan yang akrab dipanggil Ning tersebut kemudian mencari bantuan orang pintar berinisial J, warga Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Ning mendatangi rumah sang dukun dengan harapan kedua tuyulnya bisa dipulangkan kembali.
Dalam proses ritual itu, disebutkan berbagai sarana dan prasarana spiritual disiapkan. Mulai dari bunga, minyak wangi, ayam panggang hingga ritual di sejumlah lokasi yang dianggap keramat seperti Pantai Prigi, Jolotundo, Penanggungan hingga Segoro Kidul atau Laut Selatan.
“Tidak butuh waktu lama, satu tuyul berhasil dipulangkan,” ujar sumber yang mengetahui proses ritual tersebut.
Namun persoalan tak berhenti di situ. Dari dua tuyul yang hilang, hanya satu yang disebut berhasil kembali. Ironisnya lagi, tuyul yang sudah kembali itu dikabarkan tidak mau lagi mencuri uang seperti sebelumnya.
Merasa kecewa, Ning kembali mendatangi rumah dukun J dan meminta seluruh biaya ritual dikembalikan. Dalam sebuah rekaman percakapan yang diterima awak media, Ning mengaku telah menghabiskan biaya hingga sekitar Rp. 300 juta untuk proses pemanggilan tuyul tersebut, belum termasuk biaya makan dan minum selama ritual berlangsung.
Saat dikonfirmasi, dukun J membantah angka fantastis tersebut.
“Tidak benar sampai Rp. 300 juta, paling sekitar Rp. 40 juta. Saya juga dibelikan dua HP merek Vivo dan jaket, itu pun saya tidak meminta,” ujar J kepada awak media.
Ia mengaku kecewa lantaran merasa hanya diminta membantu memulangkan tuyul yang hilang, bukan menjamin tuyul tersebut kembali bekerja mencuri.
“Permintaannya hanya mengembalikan tuyul saja. Kalau tuyulnya tidak mau mencuri lagi itu urusan tuyul,” ucapnya.
Informasi yang beredar juga menyebut persoalan tersebut sempat berujung mediasi di Polsek Kepung. Bahkan muncul dugaan adanya pendampingan oleh oknum aparat dari wilayah Ngantang, meski hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait isu tersebut.
Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Ning, ia hanya memberikan jawaban singkat.
“Mohon maaf ya, saya masih perjalanan luar kota. Kalau mau konfirmasi ketemu langsung saja, tidak usah lewat telepon,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pendampingan oknum aparat dalam mediasi tersebut. (Bonong)
