Menaratoday.com-Padangsidimpuan
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai NasDem, Roby Agusman Harahap, didampingi Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Partai NasDem, Febriani Afrahul Siregar, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II 2025-2026 di Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Batunadua, Padangsidimpuan, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Roby Agusman Harahap menyampaikan bahwa kedatangannya ke Kelurahan Batunadua Jae bertujuan untuk menjemput langsung aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 7 yang meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Kota Padangsidimpuan.
“Kedatangan saya kesini untuk menjemput keluh kesah masyarakat yang nantinya akan kami bahas di Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara,” ujar Roby.
Sementara itu, Kepala Lingkungan IV, Jhon Fetir, berharap kehadiran Roby Agusman dapat menjadi perpanjangan tangan masyarakat dalam menyampaikan berbagai aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Mudah-mudahan aspirasi masyarakat yang selama ini belum terealisasi bisa diperjuangkan melalui bapak Roby Agusman,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Ida Hariani Harahap mewakili warga mengeluhkan kenaikan harga pangan dan kelangkaan gas usai program MBG berjalan. Selain itu, warga di Gang Restu Ibu juga mengeluhkan kondisi banjir yang kerap terjadi saat hujan turun.
“Setelah datang MBG harga pangan naik dan gas juga naik karena langka. Kami di Gang Restu Ibu setiap hujan selalu banjir, mohon diperhatikan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Hasanuddin Siregar terkait kerusakan irigasi yang berdampak pada beralih fungsinya lahan persawahan masyarakat menjadi perkebunan.
“Akibat irigasi rusak, sawah kami banyak yang beralih fungsi jadi kebun. Kami berharap ini bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Roby Agusman Harahap menjelaskan bahwa persoalan MBG merupakan program pemerintah pusat dan keluhan masyarakat terkait hal itu juga telah banyak diterima pihaknya.
“MBG itu sebenarnya program pemerintah pusat, keluhan itu sudah banyak sampai kepada kita. Terkait minyak sebenarnya ada programnya di Bulog, tapi mungkin belum dikeluarkan,” jelasnya.
Terkait persoalan bendungan dan irigasi, Roby menyebut pihaknya telah melakukan survei sejak tahun lalu dan sempat dianggarkan, namun mengalami pergeseran anggaran.
“Tahun yang lewat bendungan itu sudah kami survei. Sebenarnya tahun lalu sudah dianggarkan, namun ada pergeseran anggaran. Tapi tahun ini sudah ditampung kembali,” pungkasnya.(Ucok siregar)
