Sakit Hati Jadi Motif Pemuda Di Pandeglang Tega Bunuh Kekasih Setelah 8 Tahun Berpacaran

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Senja mulai turun di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang,  Banten, pada Kamis (7/5/2026). Di sebuah rumah sederhana, tak ada yang menyangka percakapan antara sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan selama delapan tahun akan berakhir dengan tragedi.

Perempuan berinisial D (27) sore itu datang seperti biasa ke rumah kekasihnya, OM (28). Hubungan mereka sudah begitu dekat. Mereka bahkan disebut pernah tinggal serumah. Tak ada tanda mencurigakan ketika keduanya berbincang santai selama beberapa menit sebelum D meminta izin untuk beristirahat di kamar pelaku.

Namun suasana berubah ketika OM masuk ke kamar dan memeriksa telepon genggam korban. Di layar ponsel itu, ia menemukan percakapan D dengan pria lain. Kecurigaan pun berubah menjadi pertengkaran.

OM meminta penjelasan. Tetapi jawaban yang diterimanya justru memantik amarah. Ucapan korban disebut menyinggung ibunda pelaku yang tengah sakit.

Pelaku sempat meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Ia mencoba menjauh dari emosi yang memuncak. Tetapi perkataan korban terus terngiang di benaknya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, OM kembali masuk ke kamar. Emosi yang sejak tadi dipendam akhirnya meledak. Ia mencekik perempuan yang telah lama menjadi pendampingnya itu hingga tak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Alfian Yusuf, mengatakan dugaan sementara motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap ucapan korban.

“Dugaan sementara pelaku sakit hati dengan perkataan korban yang mengatakan bahwa pelaku jarang memberikan uang kepadanya karena lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan dianggap tidak berguna oleh korban,” ujar Alfian, Jumat (8/5/2026).

Tragedi itu kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Hubungan asmara yang telah berjalan hampir satu dekade harus berakhir tragis di tangan orang yang selama ini paling dekat dengannya.

Kini OM mendekam di sel tahanan Mapolres Pandeglang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara di Kampung Kadujangkung, kisah cinta yang pernah tumbuh selama delapan tahun tinggal menyisakan kabar pilu. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama