Diguyur Hujan, Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Labuan Pandeglang Sepi Peserta

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Tradisi pawai obor Tahun Baru Islam 2026 dalam rangka menyambut 1 Muharam 1448 Hijriyah di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, tahun ini tidak seramai biasanya. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada sore hari diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah peserta dan penonton.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya pawai obor di Labuan Pandeglang selalu dipadati masyarakat hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas, kali ini suasana justru tampak lebih lengang. Hanya beberapa rombongan dari sejumlah kampung yang terlihat mengikuti tradisi tahunan tersebut.

Salah seorang peserta, Wildan (22), mengaku antusiasme masyarakat untuk mengikuti pawai obor tahun ini menurun cukup drastis. Menurutnya, cuaca buruk yang terjadi menjelang malam pergantian tahun menjadi salah satu faktor utama.

"Iya memang sepi tahun ini, cuma dari beberapa kampung saja, seperti Kampung Padasuka, Makui, Dayamekar di Desa Kalanganyar, Kebon Cau, dan Karabohong di Desa Labuan. Mungkin karena tadi sore diguyur hujan dan petir sehingga masyarakat kurang begitu semangat dalam menyambut pergantian tahun baru kali ini," kata Wildan, Senin (15/6/2026).

Selain cuaca, sejumlah warga menduga kondisi ekonomi yang sedang sulit juga memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti tradisi pawai obor menyambut Tahun Baru Islam tersebut.

Salah seorang warga, Santi (19), mengatakan dirinya hampir setiap tahun menyaksikan pawai obor di Labuan. Namun, ia melihat suasana kali ini jauh berbeda dibandingkan perayaan sebelumnya.

"Saya tiap tahun suka nonton pawai obor. Biasanya ramai bahkan sampai bikin macet lalu lintas, yang sekarang sepi banget. Apa karena kondisi ekonomi kali ya," ujarnya.

Menurut Santi, tradisi pawai obor memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda budaya dan wisata tahunan di Kabupaten Pandeglang. Dengan dukungan pemerintah daerah, kegiatan tersebut dinilai dapat menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

"Mungkin bisa jadi sepinya pawai obor karena kurang dukungan dari pemerintah. Padahal alangkah baiknya jika event seperti ini dikelola atau dikemas dengan baik, dijadikan agenda rutin tahunan untuk mendongkrak ekonomi warga sekaligus pariwisata, karena setiap tahun pasti ada kegiatan seperti ini," ungkapnya.

Meski pawai obor 1 Muharam 1448 Hijriah di Labuan, Pandeglang, berlangsung lebih sepi dibanding tahun sebelumnya, tradisi ini tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam. 

Warga berharap, pada perayaan mendatang, cuaca yang lebih bersahabat serta dukungan berbagai pihak dapat mengembalikan kemeriahan salah satu tradisi khas tersebut. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama