![]() |
| Ket Fhoto: Tangkapan layar anggaran konsultan pengawasan di laman LPSE Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumut |
Menaratoday.com - Padangsidimpuan
Kabar yang dinanti masyarakat akhirnya mulai terlihat. Setelah lebih dari tiga tahun lahan persawahan di wilayah Ujung Gurap dan Batunadua terdampak akibat rusaknya jaringan irigasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) mulai memproses paket Konsultan Pengawasan pada Daerah Irigasi (DI) Ujung Gurap/Batunadua Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data tender yang telah diumumkan, paket pengawasan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp200 juta dan menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan program rehabilitasi jaringan irigasi yang selama ini diperjuangkan masyarakat.
Proses ini menjadi sinyal positif bagi ribuan petani yang berada di 1 kelurahan dan 7 desa yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka. Kerusakan irigasi tersebut menyebabkan produktivitas pertanian menurun dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Sebelumya diberitakan
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Sumatera Utara, H. Roby Agusman Harahap, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal agar program perbaikan irigasi tersebut dapat direalisasikan sesuai harapan masyarakat.
"Perbaikan Irigasi Ujung Gurap-Batunadua merupakan kebutuhan vital masyarakat. Sejak awal kami sudah memperjuangkan dan mengawal program ini agar masuk dalam prioritas pembangunan. Alhamdulillah saat ini prosesnya sudah berjalan dan insya Allah tahun ini dapat direalisasikan," ujar Roby.
Menurutnya, masyarakat diharapkan tetap bersabar karena setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah harus melalui tahapan administrasi, tender, hingga pelaksanaan di lapangan.
"Kami memahami keresahan masyarakat karena sudah lebih tiga tahun sawah terdampak. Namun saat ini prosesnya sudah bergerak. Kami akan terus mengawal agar tidak ada hambatan dan pekerjaan bisa segera dilaksanakan demi kepentingan petani," tegas legislator dari Dapil Sumut VII tersebut.
Roby juga memastikan bahwa aspirasi petani dan warga terdampak akan terus menjadi perhatian hingga jaringan irigasi kembali berfungsi normal dan mampu mengairi lahan pertanian sebagaimana mestinya.
Dengan dimulainya proses pengadaan ini, masyarakat berharap perbaikan irigasi yang selama ini dinantikan dapat segera terealisasi sehingga aktivitas pertanian kembali produktif dan kesejahteraan petani meningkat. (Ucok Siregar)
