Meriahkan HUT ke-81 RI, Peserta Festival Pencak Silat Pulosari Pandeglang Meningkat

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Festival Seni Budaya Pencak Silat menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan rangkaian HUT ke-81 RI di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini diikuti anak-anak hingga remaja dari berbagai perguruan pencak silat di wilayah Pulosari.

Koordinator Pentas Lomba Pencak Silat, Didin, mengatakan lomba pencak silat tahun ini mendapat antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jumlah peserta mengalami peningkatan dan menunjukkan minat generasi muda terhadap seni budaya pencak silat masih cukup besar.

“Antusiasme peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” ujar Didin. Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, Festival Seni Budaya Pencak Silat Pulosari mempertandingkan beberapa kategori. Peserta berasal dari kelompok usia anak-anak hingga remaja, dengan usia mulai sekitar 6 tahun.

Aspek penilaian tidak hanya melihat kemampuan gerakan pencak silat. Panitia juga menilai sejumlah unsur seni dan karakter peserta.

“Penilaiannya di antaranya kostum yang sesuai dengan budaya silat, kemudian penjiwaan, termasuk ekspresi, serta akhlak,” jelasnya.

Para pemenang lomba mendapatkan piala untuk juara 1, 2, dan 3 pada masing-masing kategori. Peserta juga tidak dikenakan biaya pendaftaran.

Didin berharap kegiatan Festival Seni Budaya Pencak Silat tidak berhenti sebagai perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan mewariskan budaya pencak silat kepada generasi penerus.

Ia menyebut di Kecamatan Pulosari masih terdapat banyak perguruan pencak silat. Mayoritas peserta berasal dari usia sekolah, meski terdapat pula peserta dewasa.

Didin berharap pencak silat dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sehingga pembinaan generasi muda dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Harapannya masuk ke ekstrakurikuler pendidikan agar jelas. Kita bukan hanya mewariskan, tetapi menanamkan kepada generasi penerus agar belajar seni budaya silat,” katanya.

Ia juga berharap para pesilat dari Pulosari nantinya dapat tampil dalam berbagai pentas seni budaya, termasuk di kawasan wisata seperti Tanjung Lesung maupun hotel-hotel lainnya.

Sementara itu, Camat Pulosari Juhanas Waluyo, S.S.TP., M.Si., mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Pulosari tahun ini dikemas lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari olahraga hingga seni dan kreativitas. Di antaranya pertandingan sepak bola, bola voli, bulu tangkis, gerak jalan, lomba mewarnai untuk anak TK/PAUD, kreasi seni, qasidah, pencak silat, karaoke, serta menghias janur.

“Ada beberapa yang berbeda dari tahun kemarin. Tahun ini ada lomba menghias janur, lomba kreasi seni, dan lomba mewarnai,” kata Juhanas.

Menurutnya, lomba pencak silat juga memiliki nilai penting dalam pembinaan mental generasi muda. Para peserta yang selama ini berlatih di padepokan mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan mereka dalam suasana pertandingan.

“Ini untuk mengasah mental dan kemampuan teman-teman yang menekuni atau hobi pencak silat,” ujarnya.

Juhanas juga mendukung pengembangan pencak silat sebagai bagian dari kegiatan sekolah. Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya permainan daring, olahraga sekaligus seni budaya tersebut dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak.

“Di era globalisasi dan digitalisasi, anak-anak terkadang lebih fokus bermain handphone dan game online. Dengan adanya pencak silat, diharapkan bisa mengalihkan fokus anak-anak kepada kegiatan yang positif sekaligus melestarikan budaya lokal,” katanya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Pulosari berlangsung sejak awal Agustus hingga 16 Agustus 2026. Selain berbagai perlombaan, masyarakat juga akan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi.

Juhanas mengajak masyarakat untuk turut hadir dan memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan.

Ia juga memastikan pelaksanaan berbagai pertandingan sejauh ini berjalan aman dan kondusif. Meski terdapat dinamika kecil antar-suporter, situasi tersebut tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan.

“Alhamdulillah sampai dengan kemarin pertandingan bola aman, kondisi voli juga sama. Kalau ada sedikit dinamika antar-suporter itu biasa di lapangan, tetapi tidak sampai membuat hal-hal yang mengkhawatirkan,” pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama