Kunjungan IGD RSUD MID Labuan Naik 30 Persen, Bukan Karena ISPA Erupsi Gunung Anak Krakatau

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muhammad Irsjad Djuwaeli (MID) Labuan, Kabupaten Pandeglang, meningkat sekitar 27 hingga 30 persen sejak Senin. Namun, peningkatan kunjungan tersebut belum berkaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), terutama kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala IGD RSUD MID Labuan, Dr. Ilham Pratama, mengatakan jumlah pasien yang datang ke IGD mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal.

“Biasanya 25 sampai 30 dari pagi sampai sekarang. Hari ini saja ada 43,” kata Ilham. Kamis (10/9/2026).

Meski kunjungan IGD RSUD MID Labuan meningkat, jenis penyakit yang ditangani belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan kasus ISPA yang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Jumlahnya memang meningkat, tapi jenis penyakitnya tidak berhubungan dengan ISPA,” ujarnya.

Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Ilham secara khusus meminta masyarakat menggunakan masker KN95 untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan partikel debu erupsi. Bagi pengendara sepeda motor, ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan kacamata serta helm full face atau half face.

“Selama masa erupsi masih berlangsung, bagi pengendara roda dua khususnya gunakan kacamata, helm full face atau half face, dan gunakan masker KN95, jangan masker medis mengingat partikel debu erupsi berbeda dengan debu biasa,” tandasnya.

Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian di wilayah Labuan dan sekitarnya. Sejumlah informasi mengenai pembagian masker kepada warga dan pengendara di kawasan Labuan turut beredar di tengah kondisi tersebut.

Plt Kasie Pelayanan Medis dan Gawat Darurat RSUD MID Labuan, Sophian Sorry, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan pasien harus dilihat berdasarkan jenis penyakit dan hasil pemeriksaan medis.

Menurut Sophian, pasien yang datang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, tidak langsung dirujuk ke rumah sakit.

Rujukan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di FKTP. Apabila setelah mendapatkan penanganan dan dilakukan evaluasi ulang kondisi pasien tidak mengalami perkembangan, dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan.

“Kalau di FKTP, seperti klinik atau puskesmas, misalkan tidak ada kemajuan dalam proses penanganannya, baru bisa dirujuk. Itu berdasarkan pemeriksaan dokter puskesmas,” kata Sophian.

Dokter di FKTP akan mempertimbangkan kondisi pasien, hasil pemeriksaan, pemeriksaan penunjang, serta analisis medis sebelum memutuskan rujukan.

Sophian menegaskan terdapat 144 diagnosis penyakit yang wajib ditangani di FKTP. Artinya, tidak semua pasien dengan keluhan tertentu harus langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

“Beberapa penyakit saluran pernapasan yang dapat ditangani di FKTP antara lain influenza, asma ringan, dan bronkitis akut. Namun, untuk pasien ISPA, rujukan dapat dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda bahaya (red flags) yang menunjukkan kondisi lebih serius,” jelasnya.

Tanda bahaya tersebut antara lain infeksi yang berkembang ke saluran pernapasan bagian bawah, seperti pneumonia berat, maupun kondisi yang menyebabkan pasien mengalami kekurangan oksigen.

“Setelah evaluasi dan beberapa hari diperiksa ulang, dokter umum menyatakan memang harus dibawa ke tingkat lanjut, ya pasti dirujuk ke sini,” ujarnya.

Peningkatan kunjungan ke IGD RSUD MID Labuan menjadi perhatian pihak rumah sakit. Namun, berdasarkan jenis penyakit yang ditangani sejauh ini, belum terdapat indikasi bahwa kenaikan tersebut merupakan dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rumah sakit tetap melakukan pemantauan terhadap jumlah dan jenis penyakit pasien yang datang, termasuk keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau mengikuti alur pelayanan kesehatan dengan memeriksakan diri terlebih dahulu ke FKTP. Apabila berdasarkan pemeriksaan dokter terdapat indikasi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Dengan demikian, kenaikan kunjungan IGD RSUD MID Labuan hingga 30 persen belum dapat dikaitkan dengan peningkatan kasus ISPA akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama