-->
Call Center0821-6669-1169
Admin IT0821-6787-4402

Intensitas Hujan Tinggi, Marbau Dilanda Musibah Banjir Kiriman

Keterangan Gambar : Banjir setinggi lutut yang menerjang Kecamatan Merbau (Foto : Greg)

MenaraToday.Com – Labura :

Hujan deras yang mengguyur Labura,  Jumat (11/9/2020) pukul 20.00 Wib menyebabkan banjir di beberapa desa yang ada di Labura. Salah satu desa yang terparah adalah di Kecamatan Merbau, tepat nya di Dusun I Panca Bakit Desa Merbau Selatan.

Saat wartawan mendatangi lokasi untuk meliput bencana banjir pada Sabtu (12/09/2020) dini hari di jalan Lintas Sumatera sempat mengalami macet total, akibat banjir juga terjadi di desa Pernantian dan Bandar Durian.

Menurut Irwan salah satu korban banjir di Desa Merbau Selatan, ketinggian banjir yang masuk kedalam rumahnya sekitar 1,5 Meter dan hampir menghanyutkan mobil yang ia miliki.

"Kalau  mobil saya ngga saya ikat di tiang rumah, mungkin sudah hanyut" jelas nya.

Tak jauh dari rumah Irwan, terlihat sebuah mobil Avanza putih yang terperosok kedalam parit. Menurut keterangan Irwan dan warga sekitar, mobil Avanza tersebut hanyut terbawa arus sejauh 150 Meter, terlihat juga disebelah mobil tersebut sebuah bangunan yang rubuh dan menurut keterangan warga bangunan tersebut adalah Polindes.

Irwan pun mengatakan bahwa seluruh harta benda yang ada di rumahnya habis terbakar, semua alat elektronik tidak bisa lagi digunakan. Irwan pun berharap bantuan kepada pemerintah, terutama sembako.

"Karena kita gak bisa kemana-mana dan tidak bisa beraktivitas, bantuan sembako sangat kami harapkan dari pemerintahpinta nya.

Kepala Desa Merbau Selatan, Marlin mengatakan bahwa banjir di mulai pada pukul 22.00 Wib. Banjir hanya melanda dusun I Panca bakti yang jumlah penduduknya sebanyak 65 KK dan keseluruhan nya terdampak banjir dengan ketinggian banjir mencapai 2,5 Meter.

Marlin mengatakan bahwa ini merupakan banjir kiriman dari PT. Umada. di PT Umada ada bendungan yang menahan aliran sungai.

Sama seperti keterangan marlin, bang Zen warga Dusun  II Kayangan mengatakan bahwa asal air dari daerah perkebunan.

Disitu ada waduk yang dimiliki oleh PT. Umada, mungkin sudah tak tertampung lagi air nya oleh waduk tersebut. Memang sering banjir terjadi disini tapi  baru kali inilah terjadi banjir yang paling parah ini". jelasnya. (Greg)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !