MenaraToday.Com - Pandeglang :
SABP Cup V 2026 kembali menjadi magnet bagi para atlet dan pelajar dari berbagai daerah. Kejuaraan atletik yang diselenggarakan oleh Sekolah Atletik Badak Pandeglang (SABP) ini diikuti sebanyak 532 atlet dari berbagai kategori dan daerah meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat 481 peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pandeglang Hj. raden Dewi Setiani, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Doni Hermawan, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik Abdul Latif, Kabid Informasi Publik Diskominfo Esih Suarsih, serta Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Pandeglang Dede Mulyati
Kepala Sekolah Atletik Badak Pandeglang, Dede Somardi, mengatakan SABP Cup merupakan agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun, yakni pada semester pertama dan semester kedua.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun 2026 menjadi bukti semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga atletik.
"Dalam satu tahun kami mengadakan dua kali event. Tahun lalu, meskipun peserta dibatasi, jumlahnya mencapai 481 orang. Tahun ini meningkat menjadi 532 peserta," ujar Dede. Sabtu (1/8/2026).
Pada ajang SABP Cup V 2026, panitia mempertandingkan sejumlah nomor atletik, di antaranya lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1.500 meter, 3.000 meter, 5.000 meter, lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, jalan cepat 3.000 meter dan 5.000 meter, serta estafet campuran 4x100 meter.
Jumlah peserta terbagi dalam empat kategori, yakni Festival Atletik Open sebanyak 180 peserta, pelajar SMP Kabupaten Pandeglang 83 peserta, pelajar SMA/SMK 137 peserta, serta kategori mahasiswa dan umum sebanyak 132 peserta.
Tak hanya diikuti atlet asal Kabupaten Pandeglang, SABP Cup V 2026 juga diikuti peserta dari berbagai kota, seperti Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Depok.
Menurut Dede Somardi, kehadiran peserta dari luar daerah menunjukkan bahwa SABP Cup semakin dikenal sebagai salah satu ajang pembinaan atletik yang mampu menarik minat atlet muda dari berbagai wilayah.
"Peserta tidak hanya berasal dari Pandeglang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Depok. Ini menunjukkan SABP Cup semakin dikenal dan diminati," katanya.
Pada nomor lari 5.000 meter, Ahmad Jamaludin dari BSA Atletik berhasil meraih juara pertama dengan catatan waktu 17 menit 17,55 detik. Posisi kedua ditempati M. Ibnu Wahid Maulana dari BSA Atletik dengan waktu 17 menit 34,94 detik, sedangkan juara ketiga diraih Fahim Ribery Dimulya dari SMA Al-Wildan 3 BSD City dengan catatan 17 menit 38,31 detik.
Sementara pada nomor lari 3.000 meter, juara pertama diraih Rizky dari SMAN 2 Pandeglang dengan waktu 10 menit 31,48 detik. Posisi kedua ditempati Zahran Arrafi Yuzri Fazri dari MAN 1 Pandeglang dengan catatan 11 menit 17,80 detik, sedangkan Balkis Aulia Kohar dari SMAN 6 Pandeglang meraih peringkat ketiga dengan waktu 11 menit 33,19 detik.
Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan, Setiap sekolah di Kabupaten Pandeglang didorong mampu mencetak sedikitnya satu atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Banten, nasional, hingga internasional. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini.
Harapan tersebut disampaikan agar seluruh satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi peserta didik di bidang olahraga melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki peluang melahirkan atlet berbakat yang nantinya dapat menjadi wakil Kabupaten Pandeglang dalam berbagai ajang olahraga bergengsi.
"Minimal satu sekolah memiliki satu talenta yang nantinya bisa mewakili Pandeglang. Kita ingin semakin banyak atlet yang lahir dari daerah ini dan mampu bersaing di berbagai ajang bergengsi," katanya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi seperti SABP Cup merupakan salah satu sarana penting untuk menemukan bibit atlet potensial. Namun, keberhasilan mencetak atlet tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi.
Menurutnya, program latihan yang konsisten, terstruktur, dan didukung pelatih berkualitas menjadi faktor utama dalam membangun kemampuan atlet, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
"Jangan hanya ada perlombaan. Latihannya juga harus komprehensif. Untuk membentuk atlet yang hebat dibutuhkan pelatih yang hebat, sehingga atlet memiliki teknik, mental, disiplin, dan semangat juang yang kuat," paparnya.
Melalui penyelenggaraan SABP Cup V 2026, diharapkan semakin banyak bibit atlet potensial yang lahir dari Kabupaten Pandeglang maupun daerah lain sehingga mampu berprestasi di tingkat regional hingga nasional. (ILA)
